Social Icons

Pages

Monday, November 11, 2013

EGO, NAFSU, KECEWA DAN MARAH apa dan bagaimana

Kita sering mendengar istilah kata EGO, sebetulnya apasih EGO itu? Lalu apa fungsi Tuhan menciptakan EGO pada diri manusia? 

Sebetulnya EGO hanyalah istilah yang diproklamirkan oleh Sigmund Freud, sebetulnya menurut saya EGO itu adalah NAFSU, nafsu ini memiliki beberapa cara atau jurus saat menjalankan programnya, yaitu :


1. IDENTIK
Identifikasi adalah sebuah upaya bagi akal untuk mencari nilai IDENTIK. Otak kita sering kali meng-IDENTIK-an diri kita dengan sesuatu yang menurut akal (persepsi) itu sangat sesuatu banget, haha...

Perhatikan ketika seseorang sedang melakukan KLARIFIKASI, tanpa ada yang menyuruh atau meminta, seseorang dengan dirinya akan merasa sangat perlu sesegera mungkin untuk melakukan KLARIFIKASI, karena akal telah meng-IDENTIK-an jati dirinya dengan sesuatu, misal karya TULIS-nya di KRITIK, maka akal (persepsi) akan meng-IDENTIK-an KARYA TULIS dengan dirinya, jadi ketika karya tulisnya dikritik maka sama artinya dirinya yang dikritik, maka dari itu munculah EMOSI yang memotivasi untuk menyegerakan KLARIFIKASI!

Seorang anak kecil menangis karena mainannya RUSAK! Akal (persepsi) akan meng-IDENTIK-an mainan dengan dirinya, maka ketika mainannya rusak sama artinya dengan dirinya yang rusak, maka dari itu munculah EMOSI yang memotivasi untuk menyegerakan tindakan MARAH, PROTES, KECEWA atau MENANGIS.

Kita menyaksikan dengan jelas seseorang yang buta melakukan klarifikasi sebagai jalan bela diri (EGO), yang pada akhirnya justru mempermalukan dan menurunkan value dirinya di pandangan orang lain. Kita melihat jelas hal tersebut tapi kita berkata wajar jika kita yang melakukan hal tersebut, bahkan diperkuat dengan istilah MANUSIAWI. Tapi istilah ini tidak berlaku bagi orang lain, orang lain tidak wajar jika berlaku demikian atau tidak MANUSIAWI.

Disinilah kelucuannya mahluk genius bernama MANUSIA. Ketika mainan rusak maka rasa MARAH, PROTES dan KECEWA akan muncul, kenapa? Karena NAFSU kehilangan KESENANGAN, ketika KESENANGAN itu HILANG maka MARAH, PROTES dan KECEWA otomatis dimunculkan oleh akal.

Lihat orang yang berpacaran, pertemanan, perkawinan, keluarga, sering kali ungkapan MARAH, PROTES dan KECEWA itu muncul dikarenakan HILANGNYA KESENANGAN, karena NAFSU itu selalu mencari KESENANGAN maka ketika KESENANGAN itu HILANG maka NAFSU akan mengkondisikan akal untuk mengumpulkan seluruh POTENSI KREATIVITAS dan ENERGI untuk MEREBUT KESENANGAN yang HILANG tersebut, diantaranya dengan cara MARAH, PROTES, MENUNTUT, KECEWA, MENANGIS, MEMUSUHI, MEMBENCI, MENGAJAK ORANG LAIN UNTUK SEPAHAM (diantaranya melalui CURHAT, kalau perlu CURHAT itu dibumbui SPIRITUAL agar terlihat WAJAR dan MULIA).

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

2. FACER
Setelah meng-IDENTIK-an diri dengan sesuatu, jika jurus ini tidak mencapai sukses maka jurus selanjutnya adalah melalui FACER. FACER  ini adalah sebuah upaya akal untuk meyakinkan orang lain sebanyak-banyaknya bahwa dirinya adalah sebuah ENTITAS YANG BERBEDA dari yang lain, maka wajar jika KLARIFIKASI dan CURHAT adalah cara yang dianggap tepat bagi akal untuk menyebar luaskan PAHAM-nya, ketika banyak orang dapat diyakinkan maka KESENANGAN itu tercapai meskipun SEMU, tapi PENGAKUAN dari orang lain bisa menutupi atau menggantikan KESENANGAN yang HILANG tersebut.

Disini kita bisa melihat bagaimana PIKIRAN kita MEMPERMAINKAN KITA. Untuk meyakinkan dan agar orang ber-IBA kepada kita maka FACER selain berupaya meyakinkan orang bahwa dirinya adalah ENTITAS yang lain, FACER juga menggunakan cara MENGELUH, ketika orang tidak bisa diyakinkan secara LOGIS maka akal akan mengerahkan dirinya untuk MEMIKAT IBA dari orang lain, dengan cara MENGELUH, jika jurus MENYALAHKAN sudah tidak bisa digunakan lagi.

Ketika KELUHAN kita banyak didengar orang, dan mengundang IBA, maka NAFSU akan TERPUASKAN, meskipun SEMU tapi dapat menggantikan KESENANGAN yang telah HILANG.

Orang lain tidak boleh salah, sakit, ceroboh, gila, membenci, bodoh, keliru, sadis, kasar, protes, marah, dll. Tapi AKU BOLEH salah, sakit, ceroboh, gila, membenci, bodoh, keliru, sadis, kasar, protes, marah, dll, karena WAJAR dan MANUSIAWI.

Disinilah letak KEBODOHAN itu, bukan BODOH tidak bisa baca tulis, melainkan BODOH karena tidak memahami diri sendiri, tapi SISTEM MENGAJARKAN dari sejak dini untuk MEMAHAMI ORANG LAIN, SHALAT, PUASA, ZAKAT hingga HAJI.

Pertanyaan-pertanyaan mengenai kenapa harus baik kepada orang lain, kenapa harus memaafkan, kenapa harus memaklumi, kenapa harus menolong, kenapa harus mendoakan yang baik, kenapa harus shalat, puasa, zakat dan haji. Pertanyaan seperti ini selalu di-KEBIRI tanpa pernah ada JAWABAN LOGIS. Inilah biang kerok dari semua kesemerawutan dan masalah yang ada.

NAFSU adalah modal untuk menjalankan hidup, seorang perampok akan ditenagai untuk TETAP merampok dikarenakan NAFSU, manusia meneruskan keturunan dikarenakan adanya NAFSU, seseorang ingin tetap cantik/ganteng dan menjaga kesehatannya dikarenakan adanya NAFSU, seseorang mencari nafkah demi diri dan keluarganya agar hidupnya menjadi lebih baik dikarenakan adanya NAFSU, tapi NAFSU ini akan menjadi senjata makan tuan dikarenakan ketidak mengenalnya diri kepada dirinya, mustahil meningkat mengenal Tuhannya.

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menghindari KEBODOHAN ini? Tidak ada! Karena manusia TIDAK AKAN PERNAH MAMPU MELAWAN SISTEM INI! Kecuali DIMAMPUKAN olah Sang Pemegang penuh SEGALA SISTEM. Lalu bagaimana caranya agar dimampukan? Berlatih...berlatih dan berlatih, dibalik semua ini ada esensi atau alasan/niat/orientasi yang sangat halus yang melatar belakangi munculnya arah pikiran dan amal, maka dengan MEMANTASKAN DIRI untuk dimampukan adalah baik, namun kesemua itu tidak akan lepas dari semua esensi/alasan/niat/orientasi yang berada dilayer paling atas yang dirinya sendiripun sulit untuk mengetahuinya, lalu kesemua ini akan mengubah tatanan NETWORK alam semesta, inilah yang sering kita sebut dengan istilah LOA (The Law of Attraction), NETWORK yang tersusun dengan sel syaraf diotak akan menghasilkan mental, pola pikir, kesehatan jasmani rohani dan amal tertentu (micro cosmos), dan itu akan mempengaruhi NETWORK alam semesta (macro cosmos).

OBSESI kita tidak akan pernah jauh dari TERIAKAN kita saat KECEWA dan MARAH.

Yang perlu kita perbuat SAAT INI adalah bersikap tenang dan hening sesaat, hingga semua fungsi otak berjalan dengan seimbang hingga mampu melahirkan pikiran yang dapat melihat keadaan secara wajar dan netral agar akal dapat melakukan abstraksi dengan semua potensi kreativitas dan energinya.

Semoga Tuhan menyempurnakan penglihatan, pendengaran, pikiran dan perasaan kita. Semoga kita tidak lagi hidup dalam kondisi melihat tapi TITINGALIAN (halusinasi), mendengar tapi DEDENGEAN (delusi), berfikir tapi PIPIKIRAN (persepsi), berperasaan tapi RARASAAN (dusta), amiin.

Kita tidak sendiri dan tidak mungkin mampu menjalankannya SENDIRIAN, maka buatlah pilihan yang tepat karena tidak ada pilihan lain selain BAHAGIA.

Sampai ketemu ditulisan-tulisan saya selanjutnya.
Post a Comment