Social Icons

Pages

Saturday, November 23, 2013

Bikin Ionizer, Air purifier, Pembersih udara sendiri (pake raket nyamuk)

Nah mumpung ada waktu dan tenaga, mari kita manfaatkan, saya teruskan tulisan tentang ionnizer yang saya buat kemarin menggunakan rangkaian raket nyamuk diparalelkan dengan rangkaian cascade kapasitor dan dioda untuk menaikan tegangan, jika elektroda tegangan tinggi bagian (+) dan (-) nya kita dekatkan maka akan melompat elektron berbentuk bunga api berwarna biru yang disebut "corona", nah untuk membuat ionizer atau angin elektron atau ION wind maka jauhkan jarak antara kedua elektroda tegangan tinggi tersebut dengan jarak yang tepat, yang penting hingga tidak mengeluarkan "corona". 

CORONA dari raket nyamuk + cascade voltage multiplier


Jika elektroda ini kita tempatkan didalam sebuah tabung (misalnya pipa paralon), maka angin elektron yang dihasilkan akan lebih terfokus atau terarah, untuk mengujinya coba rasakan dengan indra peraba kita (permukaan kulit), atau letakan lilin yang menyala didepan pipa, jika rangkaian berfungsi maka kobaran api lilin akan terganggu seperti tertiup angin, dan bisa membuat lilin padam, seperti video ini.

Angin elektron atau Ion wind


Kenapa hal ini bisa terjadi, padahal kan tidak ada kipas? Penjelasan sederhananya begini, kedua elektroda tegangan tinggi itu bermuatan (+) dan (-), perpindahan arus elektron selalu dari tempat yang bermuatan besar ke tempat yang bermuatan rendah, itulah prinsip tegangan, karena terjadi beda tegangan yang besar maka terjadilah arus atau aliran elektron yang sangat cepat, sama seperti kita menjatuhkan air dari gelas, terjadi 2 perbedaan tegangan yang dibantu gravitasi, maka tegangan air dalam gelas lebih tinggi dari wilayah sekitarnya, maka dari itu air bisa disimpan dalam gelas tidak keluar karena tertarik gravitasi, ketika gelas ditunggingkan maka air akan tetap mengarah kebawah karena gaya gravitasi, dan ketika tidak ada lagi yang menghambat air untuk jatuh ketanah (gelas), maka air akan meluncur jatuh ketanah.

Jika dibalapkan antara air yang dijatuhkan dari gelas ketanah dengan sehelai bulu ayam maka tentunya air akan sampai ditanah lebih dulu, selanjutnya bulu ayam, tapi hal ini terjadi karena hambatan udara, jika hal ini dilakukan pada ruang kedap udara maka kecepatan air dan bulu akan sampai ditanah bersamaan, itulah prinsip tegangan, hambatan dan arus, maka dari itu digunakan rumus fisika V=RxI dimana V : tegangan (volt), R : hambatan (ohm), I : arus (amper).

Cek keluaran raket nyamuk 
High Voltage Inverter Tutorial
I=Q/t dimana I : arus (amper), Q : muatan listrik (coulomb), t : waktu (detik), jadi arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang dialirkan/mengalir dalam satuan detik, bisa dianalogikan I adalah air, V adalah kekuatan gaya gravitasi, R adalah hambatan udara, pipa, sumbu kapilaritas, dll.

Maka dari itu jika arus dikalikan teganan beda potensial itulah nilai daya atau power sebenarnya, maka dari itu digunakan rumus fisika P=VxI atau P=I^2xR dimana P : daya (watt), V : tegangan (volt), I : arus (amper), R : hambatan (ohm).

Setelah air habis dalam gelas karena semuanya jatuh ketanah, maka tidak ada lagi energi dan tidak ada lagi tegangan antara air dan permukaan tanah, yang mengakibatkan air tidak dapat mengalir/dialirkan lagimelainkan terjebak menjadi kubangan, untuk mengalirkan air diperlukan tegangan atau gaya, misal dengan memanaskan air menjadi uap agar menampung menjadi embun di gelas yang sudah dipersiapkan diatasnya, maka dengan begitu terciptalah tegangan antara air dengan tanah lagi yang akan menarik air menuju tanah, jika kekuatan gravitasi ditambah maka hal ini menganalogikan tegangan dinaikan, namun jika aliran air diatas dibatasi oleh sebuah keran air, maka keluaran air dapat dipertahankan/diatur sekian cm kubik per detik misal, hal ini dianalogikan secara matematik V=IxR, jumlah I tetap sama yaitu segelas air, karena gaya gravitasi kita naikan secara ekstrim (tegangan), maka bisa dipastikan air dalam gelas bisa habis seketika jatuh ketanah, untuk itu nilai hambatan harus diperbesar.

Cascade circuit as voltage multiplier

Jadi kita sekarang sudah bisa memahami kenapa elektroda bertegangan tinggi ini bisa menghasilkan angin, lebih tepatnya angin elektron atau ion wind, sebetulnya meskipun tidak menghasilkan "corona" elektron tetap mengalir dari satu elektroda menuju elektroda satunya, hanya tidak terlihat lagi karena tidak cukup untuk membuat lompatan besar yang disebut "corona" dan mata kita tidak mampu menangkap fenomena ini, untuk itu kita bisa mengujinya dengan bantuan kertas putih yang ditempatkan diantara elektroda, coba diruangan yang tidak begitu terang, maka dikertas putih tersebut kita bisa melihat cahaya biru, dan kita bisa mendengar suara gemuruh seperti bunyi ~ngiing~ seperti gemuruh angin, itu adalah bunyi dari lompatan-lompatan elektron diantara elektroda, selain itu terjadi proses ionisasi ditingkatan atom udara.

ION wind mosquito rackets (+voltage multiplayer)

Ok sekarang kita kepembahasan selanjutnya, apa itu "corona"? Sederhananya  cahaya tampak yang dihasilkan dari kedua elektroda bertegangan tinggi tadi, seperti fenomena pada busi kendaraan kita, mata kita hanya dapat melihat cahaya tampak, sebetulnya spektrum cahaya itu ada banyak sekali, contoh dirumah kita punya berapa banyak remote, ada remote tv, ac, radio, dsb. 

Diujung remote itu ada lampu LED, ketika remote dipencet-pencet mata kita tidak dapat melihat cahaya apapun, padahal sebetulnya LED itu menyala, hanya cahaya yang dikeluarkan adalah cahaya IR (infrared), yang sulit ditangkap oleh sel-sel kerucut pada mata kita, seperti halnya mata kita tidak mampu melihat spektrum warna aura, karena sel-sel kerucut pada mata kita tidak terlatih. 

Oh jadi kalo dilatih bisa dong? Bisa, sangat bisa! Dan ini sudah banyak yang membuktikannya, tapi bicara tentang mata artinya bicara tentang lensa, karena mata itu fungsinya hanya sebagai lensa untuk menangkap cahaya, sementara yang melihat adalah bagian otak jauh dibelakang kepala, tepatnya bagian accipital lobus atau biasa disebut visual cortex, yang terletak di otak bagian belakang.

Arduino EMF detector TRIAL

Arduino Pro Mini EMF detector
 
Arduino Pro Mini EMF detektor (calibrating) 

Video diatas adalah bukti bahwa raket nyamuk memancarkan radiasi gelombang elektromagnetik yang cukup kuat, selengkapnya bisa dibaca di artikel Bikin Sensor Gelombang EMF sendiriBikin Detektor Radiasi EMF sendiri bag-2.

Nah elektroda bertegangan tinggi ini bisa mengeluarkan angin elektron kan, atau bahasa sederhananya lompatan-lompatan elektron yang cepat ini mengakibatkan angin? Tapi mata kita tidak bisa melihat apa-apa, tapi dengan ini sudah memahami proses yang terjadi kan? Nah warna cahaya yang mata kita lihat kebiru-biruan itu dekat dengan spektrum cahaya ultraviolet.

Spektrum cahaya tampak

Spektrum cahaya
Cahaya ultraviolet dan infra red tidak dapat tertangkap mata telanjang, dan diatas sinar biru corona terdapat sinar ultraviolet, hal inilah yang melatar belakangi disebutnya fenomena ini dengan istilah photo electric effect.

Kita fokus saja dulu ke spektrum cahaya ultraviolet ini ya, meskipun elektroda tegangan tinggi ini sebetulnya mengeluarkan beragam spektrum cahaya, tidak hanya cahaya tampak dan ultraviolet saja, tapi kita fokus ke cahaya ultraviolet nya sekarang ya.


Cahaya merambat berbentuk gelombang tranversal, hehe...sebetulnya saya kurang sepaham dengan teori ini, hanya saja alat ukur yang dibuat manusia melalui perhitungan matematika trigonometri akhirnya memvisualkan gelombang sinus, cosinus dan tangen, jadi alat ukur itu tidak mewakili bentuk aslinya seperti yang terjadi di alam (realita), para ahli tidak melihat bentuk aslinya, itu hanya ilustrasi yang dihasilkan dari matematik trigonometri.

Ya tapi dari pada jadi panjang lebar, katakanlah gelombang cahaya itu gelombang tranversal dan cahaya itu adalah gelombang elektromagnetik, itulah kenapa kebenaran itu adanya diluar sana didalam realita, bukan dibuku atau teori seseorang, kita harus berfikir dan menelitinya untuk mendapatkan kebenaran yang hakiki, tapi sulit sih ya soalnya kalo di sekolah atau perguruan tinggi bikin skripsi aja diatur kan? Referensinya harus jelas kan, daftar pustaka, dll kan? Lalu selama membuat skripsi pemahaman baru seperti apa yang didapat, teori baru apa yang didapat, terobosan baru apa yang didapat, haha...itulah kenapa sistem sekolah yang ada sekarang hanya mencetak mental buruh dan penghapal-penghapal, maaf saya bukan anak sekolahan, hahaha....

Sederhananya sinar ultraviolet yang memiliki panjang gelombang -/+ 380 - 200 nm, saya dapat dari wikipedia jadi belum menelitinya secara langsung apakah betul atau tidak, tapi kita gunakan nilai tersebut, nah melalui kerapatan panjang gelombang cahaya ultraviolet ini yang kira-kira sebesar ukuran virus, maka tentunya rambatan cahaya ini akan mempengaruhi media rambatnya, silahkan membaca artikel Bikin sendiri sensor gelombang elektromagnetik.

Ionizer ini akan mengionisasi udara sengaja membantu udara untuk bersifat ion (-), karena ion (-) atau anion sangat penting bagi kesehatan tubuh, selengkapnya saya tulis di artikel terpisah.


Tau apa itu resonansi kan? Ya betul resonansi adalah suatu fenomena bergetarnya suatu benda karena benda lain bergetar, pernah liat senar gitar kan? Masing-masing berbeda luas penampangnya, nah ketika senar nomor 1 di tuning di nada E, ketika kita petik maka senar lainnya yang bertuning B, G, D, A, tidak akan ikut bergetar, tapi jika kita pasang semua senar gitar dengan senar berpenampang sama dan dituning dengan nada yang sama yaitu nada E, maka senar lainnya akan ikut bergetar meskipun tanpa kita petik, ya inilah fenomena resonansi.

Kita sekarang sudah tau bahwa panjang gelombang cahaya ultraviolet itu sebesar atau seukuran virus, apalagi yang seukuran serupa? Banyak ya, ga bisa disebutin satu-satu? Ya betul salah satunya adalah molekul, karena molekul itu senyawa dari kumpulan atom yang saling terikat, kalo ukuran atom itu sebesar 1 angstrom atau 1.0 x 10^-10 meter. 

Nah sinar ultraviolet ini dapat mempengaruhi molekul O2 (oksigen) menjadi O3 (ozone), ya kita tau dilangit sana ada juga lapisan ozone, .....wah bagus dong berarti ionizer bisa menghasilkan O3 alias ozone, bisa mengatasi global warming?

Hehe....yayaya...bisa...bisa..., ga cuman itu juga, O3 atau ozone ini bisa membunuh bakteri, jadi bisa menghilangkan bau-bau tidak sedap, membunuh virus, dan mestrerilkan udara dari biang alergi, ..........wah kalo begitu orang-orang alergi akan kebantu dengan alat ini? ya...ya...ya... betul sangat terbantu, ini bukti sederhananya, asap hasil pembakaran akan diionisasi untuk menjadi netral seketika.

 Asap dinetralisir seketika

Karena sibuk pegang kamera, senter, lilin, juga saklar ON rangkaian, jadi agak ribet, yang jelas asap menghilang hanya dalam waktu 1/4 detik setelah sakalar di-ON-kan, sayang asapnya kurang banyak jadi kurang keliatan, kurang nendang, haha...

Masalahnya adalah jika O3 atau ozone ini banyaknya didarat bukan dilangit dilapisan atmosphere sana, O3 atau ozone ini bisa merusak sistem pernapasan, O3 atau ozone ini mudah mendeteksinya tidak perlu alat canggih, kita bisa memanfaatkan ciptaan Tuhan yaitu hidung atau indra penciuman, O3 atau ozone ini memiliki bau khas, boleh membuktikan sendiri tapi hati-hati ya, karena jaringan sel pernapasan akan terganggu, dalam kadar tertentu akan terasa dihidung dan tenggorokan yang kurang nyaman, hati-hati berarti O3 atau ozone sudah bereaksi merusak saluran pernapasan kalian.

Nah sesuai dengan tujuan awal pembuatan alat ini adalah untuk menghasilkan proses ionisasi udara agar dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan lingkungan, tapi efek sampingnya adalah O3 atau ozone ini, tentunya idealnya membuat alat harus bermanfaat dengan resiko 0%, itu baru bagus. Nah sekarang saya sedang berfikir untuk membuat alat yang dapat menghasilkan ion (-) atau anion tanpa efek samping O3 atau ozone. Tunggu ditulisan-tulisan saya berikutnya ya.

Oh ya sekedar menambahkan, sinar x atau sinar gamma sebetulnya mudah saja kita buat loh, hanya dampak bahayanya itu yang kita harus memahami secara bijak dan hati-hati, karena cahaya ini tidak tampak oleh mata, tapi dampaknya akan sangat mengerikan, karena ukuran panjang gelombangnya seukuran 1 angstrom alias 1.0 x 10^-10 meter, berarti cahaya ini bisa meresonansi ditingkatan atom bukan lagi ditingkatan molekular, jadi sangat berbahaya bagi tubuh kita, beruntunglah sinar x, sinar gamma, sinar ultraviolet tidak tembus ke daratan bumi ini karena Tuhan telah menciptakan atmosphere yang berlapis-lapis sehingga menolak spektrum cahaya gamma, sinar x dan ultraviolet, jadi seharusnya kita menjaga dan melestarikan rizki yang telah Tuhan karuniakan kepada kita, bukan dengan merusaknya, mari kita fikirkan jalan keluarnya bagaimana agar alam ini menjadi sehat kembali, ada banyak hal yang bisa kita lakukan, kita mulai satu persatu ya, mudah-mudahan tulisan-tulisan ini bisa menginspirasi dan bermanfaat. 

Sangat banyak eksperimen yang saya lakukan dengan raket nyamuk, sebagian saya share di blog ini, sebagian saya rahasiakan karena beberapa alasan, untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel :


Sampai ketemu di tulisan-tulisan saya selanjutnya.

No comments: