Social Icons

Pages

Saturday, September 7, 2013

Mengenal IDE (Integrated Develpment Environtment)

Kemarin kita udah mengenal apa itu microcontroller, sebetulnya ada banyak sekali microcontroller dari yang laris manis bak kacang goreng sampe yang ga terkenal, tapi review mengenai microcontroller diartikel saya Mengenal Microcontroller (Embedded System) and ROBOTIC, adalah review yang pernah saya gunakan saja, nah sekarang saya akan review IDE atau kepanjangan dari Integrated Development Environtment, fungsinya adalah untuk menuliskan kode program, didunia pemrograman sering disebut syntax, didunia arduino diistilahkan sketch, masing-masing IDE ini sudah dilengkapi dengan fitur debugging yaitu proses untuk memperbaiki bug program.

IDE Arduino


Arduino menggunakan bahasa C sebagai bahasa pemrogramannya, dilengkapi dengan serial monitor untuk melakukan monitoring sekaligus sebagai debugging, bedanya didunia arduino kode program yang kita upload ke CHIP tidak bisa kita kunci, istilahnya lockbit, jadi kalo kita bikin alat canggih maka orang lain bisa mendownload kode didalam CHIP dalam bentuk *.hex file, pasti pusing bacanya buat yang ga ngerti, tapi beruntung banget buat yang bisa baca, karena kita jadi bisa mempelajari kode program alat tersebut, karena arduino disematkan file bootloader didalam CHIP nya, mangkannya cara pemrogramannya cukup TX RX, tinggal download disitus resminya.

MiniBloq IDE untuk Arduino
Arduino emang pantas dikasih jempol 4, soalnya diatu ngemanja banget, ada orang iseng bikin IDE bernama MiniBloq disini orang yang ga ngerti pemrograman bisa mudah belajar pemrograman, bentuknya kaya puzzle, disebelah kirinya ada console berbentuk script, jadi apa yang kita buat bisa kita pelajari gimana bentuk codingnya, persis mirip IDE punya LEGO Mindstorm NXT, cuman bedanya ini gratis, manteb ga toh hah??? Malah masih ada aplikasi-aplikasi simulator buat Arduino, tapi sayangnya ga gratis eui, ya kalo lo mau yang gratisan semuanya lo bikin aja ndiri, hahaha....

MPLAB IDE dari Microchip (PIC)
Ini IDE untuk memprogram CHIP dari Microchip seperti PIC, susah dapetin softwarenya, saya sendiri waktu murtad dari PIC ke keluarga MCS-51 ga jelas apa beda diantara mereka, tapi memang kurang laku sih CHIP ini, haha... 

LEGO Mindstorm IDE
Noh liat ndiri, begimana anak TK ga jago ngerancang and bikin robot, orang pemrogramannya kek begitu, kaya MiniBloq Arduino, jadi ini asli kerjaan otak kanan semua, ga ada script and coding, paling masukin angka untuk nilai delay aja, haha... Jadi ga usah kaget kalo sekarang ada anak TK bisa ngerancang and bikin robot cerdas, semua orang juga bisa kalo begini, cuman ga semua orang punya yang kaya gini, hahaha.... harganya start dari Rp. 4.000.000, jangan salah baca nol nya ya, hahaha...

AVR Studio untuk MCS-51 dan AVR
Yang ini IDE untuk chip keluarga MCS-51 dan chip AVR produk ATMEL, gratis tinggal download, nah kalo pake AVR Studio kita bisa pake bahasa Assembler dan C, sekaligus ada simulatornya juga, manteb ga tuh? Puas dah make ini software, kita jadi bisa lebih detail tau jeroan microcontroller, jadi ga ghaib lagi, hahaha.. 

Sebetulnya untuk AVR ada banyak, tapi yang pernah saya gunakan AVR Studio ama CodeVision, cuman kalo CodeVision cuman untuk bahasa C.

Dulu saya pernah belajar bahasa pemrograman lumayan banyak banget, ya karena seneng aja, seneng musing-musingin diri, hahaha... mulai dari Assembler, C, java, BASH (Bourne Again Shell) bahasa pemrograman LINUX, Phyton, Pascal dan Delphi, terkecuali Visual Basic, cuman yang namanya bahasa pemrograman itu musti sering dilatih, kalo ngga dipake ya lupa lagi logatnya, bahasa C, Java dan BASH ga terlalu jauh mirip-mirip lah, yang paling beda itu Phyton, operatornya aja beda, tapi Phyton banyak dipake karena Phyton itu bukan Compiller tapi lebih tepatnya Interpreter, jadi eksekusinya jauh lebih cepet, kaya Java applet, kalo Assembler jangan ditanya dia itu cinta pertama gw, pokoe everlasting lah, meskipun kalo bikin program bisa puanjang buanget padahal kalo pake bahasa C bisa pendek, tapi Assembler itu bener-bener OK. Lo cari bukunya di Gramedia aja susah ga akan ada, hahaha...

Soalnya pada takut sama bahasa Assembler, karena susah, bahasa ini disebutnya bahasa tingkat rendah, artinya bahasa yang sulit dimengerti manusia, berbeda dengan bahasa C, Java, dll, dkk, mereka disebut sebagai bahasa tingkat tinggi, artinya bahasa pemrograman yang mudah dimengerti manusia, tapi kalo lo bikin virus pake assembler, hasilnya ngeri karena hanya Assembler yang bisa ngoprek sampe tingkatan "fragment dan segmen" suatu hardware, bahasa lain ga ada yang bisa, karena mainnya hanya mampu dilayer shell, meskipun banyak OS dibuat menggunakan C, bahkan kernelnya pun menggunakan C.

Waahhh... sorry kebablasan jadi ngebahas OS dan kernel, desigh!!!

Sampai ketemu di tulisan-tulisan saya selanjutnya.
Post a Comment